Blog

Cara Pintar Memaksimalkan Desain Walk In Closet

Tips Dalam Memilih Desain Walk In Closet

Dalam merencanakan desain walk in closet, anda bisa membuat rencana sendiri akan layout ruang ganti pakaian. Anda bisa mengukurnya sendiri dimulai dari pendekatan hal yang sederhana, seperti kebiasaan atau kebutuhan anda mengenakan pakaian. Dari hal cara tersebut akan mengetahui seberapa besar ruangan yang akan dibangun, dan seberapa lemari yang anda butuhkan.

Dalam mengukur ruangan bisa diketahui dari seberapa sering anda mengganti pakaian, frekuensi anda dalam berganti pakaianlah yang bisa menjadi ukuran. Bisa saja, kegiatan anda dipengaruhi oleh profesi anda yang menuntut perlunya penampilan busana yang baik.

Normalnya, ruang ganti pakaian setidaknya berukuran 2,5 mx3m. Ukuran tersebut cukup untuk meletakkan lemari penyimpanan sepanjang dua dinding, serta menyisakan sebuah koridor untuk sirkulasi orang.

Ruangan tersebut harus berdiri sendiri. Artinya, walaupun berada dalam bagian kamar tidur, terdapat pemisahan aktivitas yang jelas dalam ruangan. Pemisahan tersebut bisa dicapai dengan penyusunan lemari, partisi dinding, dan pintu. Namun, pada ruang kamar yang luasnya terbatas, bentuk ruangan dapat menggunakan desain yang terbuka.

walk in closet
walk in closet

desain walk in closetBentuk Desain Walk In Closet

Apa saja bentuk dari desain walk in closet itu sendiri?? Untuk bentuk ruangan, bisanya mengikuti kebutuhan anda untuk menyimpan pakaian, mengganti pakaian, dan merias diri. Contoh-contoh walk in closet yang umum adalah semisal, pola berkeliling, pola L, pola U, pola I, dan pola koridor. Namun, beberapa pola tersebut bisa anda modifikasi mengikuti kebutuhan dan selera anda.

Pola layout itu biasanya dipertegas dengan peletakkan lemari yang umumnya menerapkan prinsip built-in, sehingga tertanam rapi pada dinding. Bentuk tampilan lemari ada dua macam. Tampilan pertama berpenampilan terbuka sehingga semua pakaian yang disimpan dapat terlihat begitu memasuki ruangan. Ini dimungkinkan, jika ruangan memiliki pintu tersendiri yang kedap dan terhindar dari udara luar. Keuntunganya adalah, pada lemari terbuka memudahkan anda mengenali pakaian yang akan dikenakan.

Penampilan lemari yang kedua adalah dibuat tertutup seperti lemari biasa. Pintu-pintu lemari melindungi pakaian dari udara luar dan pakaian pun tersimpan lebih rapi. Untuk model pintu lemari juga ada beberapa ragam, diantaranya adalah geser ( slide ), lipat ( folding ), dan pintu ayun ( swing ). Untuk ruangan yang terbatas, anda dapat menggunakan model pintu geser yang tidak menyita tempat.

Namun, jika anda bingung menentukan model walk in closet seperti apa yang akan dibuat. Anda bisa meminta saran dan menggunakan jasa dari desainer interior atau perusahaan desain interior. Mereka akan membuatkan model ruang ganti pakaian yang sesuai dengan selera anda. Untuk harga pembuatannya pun bervariatif, tergantung dari luas ruangannya. Anda bisa mendiskusikan perihal harga ini pada desainer interior atau perusahaan desain interior tersebut.

Itulah beberapa informasi dan tips dalam design walk in closet. Untuk artikel terkait lainnya, anda bisa membaca beberapa artikel berikut ini yaitu mengenai macam warna, kriteria rumah sehat, dan walk in closet. Selamat membaca, Happy design 🙂

Berikan Rating

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Send Button Widget
WhatsApp
Phone
More
Powered by WhatsHelp