Blog

Keramik Tile

Tips Memasang Keramik Tile

Keramik tile telah menjadi material andalan penutup lantai dan dinding pada desain interior. Hampir setiap hunian kini menggunakan keramik untuk menghadirkan suasana modern dan bersih. Dari waktu ke waktu, keramik lantai terus mengalami inovasi—baik dari segi kekuatan, ukuran, finishing, serta tampilan. Produsen keramik tile yang giat melakukan inovasi di antaranya adalah Milan Ceramics dengan konsep mix and match serta teknologi rectifying (cutting) di keempat sisi tile agar bentuknya lebih berpresisi. Keramik tile yang kaya pilihan memungkinkan variasi kombinasi yang beragam dalam pola pemasangannya. Bahkan kini telah hadir keramik tile dengan motif, warna, serta tekstur yang menyerupai material alami.

Keramik lantai yang berbahan dasar tanah liat merupakan jenis f/7 yang cukup kuat, tahan air, awet, tahan goresan, mudah dirawat, serta memiliki finishing yang beragam dengan harga yang lebih terjangkau. Hal-hal itulah yang membuat keramik tile dengan tampilan material alami merupakan pilihan yang menarik.

Selain memiliki warna dan motif yang serupa dengan material alami, finishing keramik juga dapat dibuat lebih menyerupai material alami. Finishing-nya bisa dibuat mengilap [glossy) seperti marmer, matte seperti batu alam, atau serat bertekstur seperti kayu.

keramik tileBeda finishing akan beda pula fungsi penggunaan keramik tile dalam ruang. Finishing glossy yang licin biasanya cocok untuk lantai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, atau kamar tidur. Finishing matte yang cenderung kasar bisa dipakai untuk lantai teras, dapur, maupun ruang lainnya. Sedangkan keramik tile yang bertekstur cocok untuk lantai garasi dan kamar mandi yang sering terkena air.

Keramik tile yang dipakai dapat dibuat seragam antara dinding dan lantai. Bisa juga menggunakan paduan warna dan motif yang berbeda, sesuai dengan tema ruang. Biasanya lantai berbentuk persegi, dengan ukuran 20 x 20 cm sampai 60 x 60 cm, atau bahkan lebih besar. Sementara keramik dinding memiliki ukuran panjang dan lebar yang berbeda, misalnya 50 x 25 cm, 60 x 30 cm, atau lainnya.

Cara pemasangan keramik tile juga telah mengalami perkembangan yang pesat. Kini tersedia semen instan siap pakai agar lebih praktis dan grout (nat) beragam warna. Pemasangannya kini dapat dilakukan dengan jarak nat yang lebih rapat sehingga tampak lebih rapi. Peralatan yang ada kini juga kian memudahkan pemasangan.

Perawatannya material ini cukup mudah. Cukup dibersihkan dengan cara disapu, disedot debunya dengan penyedot debu, dipel, serta disikat dengan cairan pembersih. Melakukan perawatan rutin akan menjaga keramik tile tetap bersih, awet, dan tampak menarik.

  1. Bersihkan permukaan lantai yang akan dipasang keramik tile. Keramik tile bisa dipasang di atas lantai beton yang sudah diratakan atau di atas lantai yang sudah terpasang keramik.
  2. Buat garis panduan dengan benang agar lurus dan rata.
  3. Bersihkan sisi bawah keramik. Siapkan semen instan untuk keramik dan ikuti petunjuk pemakaiannya.
  4. Pasang keramik di atas lapisan semen instan. Ketuk-ketuk permukaannya agar merekat dengan baik. Pastikan antarkeramik sudah lurus dan rata levelnya.
  5. Isi spasi antarkeramik dengan nat. Bersihkan sisa nat yang menempel di permukaan keramik dengan lap basah.(sumber : majalah seri rumah ide). Demikian informasi mengenai keramik tile.

Untuk artikel terkait lainnya, anda bisa membaca beberapa artikel berikut ini yaitu mengenai gazebo multifungsi, desain dapur dengan warna ungu, dan desain kamar tidur girly dan cool. Selamat membaca, Happy design 🙂

Berikan Rating

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Send Button Widget
WhatsApp
Phone
More
Powered by WhatsHelp